Gerard Piqué, Pemain Bertahan Yang Selalu Bisa Diandalkan

Gerard Piqué, Pemain Bertahan Yang Selalu Bisa Diandalkan

Gerard Piqué Bernabeu atau dikenal juga dengan nama Gerard Piqué, lahir pada 2 Februari 1987. Di usianya yang ke 28 tahun ini, Piqué telah menjadi salah satu dari 7 orang pencetak gol terbanyak untuk tim FC Barcelona, dimana ia baru saja merayakan penampilan ke-300 nya untuk FC Barcelona. Piqué dikenal sebagai seorang bek yang bertipe modern yang mengkombinasikan kekuatan badannya dengan teknik serta operan-operan bolanya yang akurat. Berbekal tinggi badan dan kekuatan yang ia miliki menjadikan dirinya tak terkalahkan oleh lawannya ketika beradu dalam hal melompat, inilah salah satu faktor yang sangat ditakuti oleh lawannya ketika ia membantu timnya untuk menyerang. Hal ini pulalah yang membuat dia dinobatkan menjadi salah satu pemain bertahan terbaik di dunia.

Piqué dilahirkan di Barcelona, Spanyol dari pasangan Joan dan Montserrat. Ia memiliki adik laki-laki yang bernama Marc, dan kakeknya adalah mantan presiden FC Barcelona. Semenjak kecil, ia telah merupakan salah satu anggota FC Barcelona karena dirinya telah bergabung dengan FC Barcelona semenjak umurnya 10 tahun dan menjadi anggota termuda dalam klub pada saat itu. Teman terdekatnya adalah Cesc Fàbregas, yang ia sudah kenal semenjak kecil

Piqué memulai karirnya di klub muda FC Barcelona dengan menjadi gelandang bertahan sebelum akhirnya mendapatkan kontrak persepakbolaan pertamanya dengan tim Manchester United. Tetapi karena usianya masih terlalu muda pada saat itu, pihak Premier League tidak memberikan gaji kepadanya. Meskipun begitu, hal itu tidak membuat Piqué mundur dari kontraknya. Debut pertamanya dengan Manchester United terjadi pada Oktober 2004, dimana ia menggantikan John O’Shea pada menit-menit terakhir, saat itu ia dipasang sebagai bek tengah. Selain itu, debut pertandingan penuh pertamanya ia dapatkan pada tanggal 26 Maret 2006 saat melawan West Ham United dengan penempatan dirinya sebagai bek kanan.

Penampilannya yang begitu cemerlang dan menakjubkan membuat ia dilirik sehingga kontraknya diperpanjang dan baru berakhir tahun 2009, tetapi pada masa bulan Agustus 2006, Piqué dipinjamkan kepada tim Real Zaragoza untuk musim 2006 – 2007. Pada masa pinjaman itu, ia seringkali diposisikan sebagai gelandang bertahan, dan total penampilannya pada saat itu adalah 22 pertandingan, dimana 18 diantaranya menjadikan dirinya sebagai pemain utama dan berhasil mencetak dua gol untuk timnya. Pada musim 2007 – 2008, ia ditarik kembali ke tim Manchester United, dan berhasil menyumbangkan kemenangan dalam Premiership dan Champions League, dirinya bahkan memiliki momen – momen yang indah pada saat itu karena telah berhasil mencetak dua gol pada grup penyisihan.

Akhirnya pada 27 Mei 2008, Piqué menandatangani 4 tahun kontrak dengan tim masa kecilnya, FC Barcelona dengan total biaya sebesar 5 juta euro. Di saat itu ia pun mengutarakan “Saya sangat bahagia dapat kembali bermain disini, dan saya tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa saya akan kembali kesini, tetapi sekarang ini semua sangat berarti untukku. Bermain dengan Manchester United merupakan hal yang indah, dan bertemu dengan pemain-pemain kelas atas. Tetapi sekarang saya mau melanjutkan itu semua disini, di FC Barcelona”. Kata – katanya bukanlah sebuah omong kosong. Tak lama setelah dirinya bergabung dengan Barcelona, Piqué menjadi pilihan utama untuk menjadi bek tengah, dirinya berhasil mencetak tiga gol dengan total dari 45 penampilan pada musim itu. Kemampuannya dalam menggiring bola dari posisi belakang hingga ke depan disertai bantuan darinya ketika tim sedang menyerang membuat dirinya dikagumi oleh semua orang, dan gol yang dicetak pada saat kemenangan akhir dengan skor 6-2 melawan Real Madrid, musuh bebuyutan tim Barcelona ini juga merupakan salah satu contohnya.

Pada tahun kedua dirinya berada di tim Barcelona, Piqué telah dinominasikan sebagai bek tengah terbaik di dunia dengan rangkaian kerjasamanya dengan Puyol serta membawa kemenangan Barcelona sebagai juara liga. Semenjak itupun ia menjadi salah satu pemain yang selalu dipanggil oleh tim nasional Spanyol untuk menjadi bek tengah utama sehingga dirinya selalu bermain setiap menit. Hal ini dibuktikan pada masa piala dunia 2010, dimana dirinya menjadi salah satu kunci utama kemenangan Spanyol sebagai juara dunia pada. Duet bek tengah Piqué dengan Puyol hanya membuat tim Spanyol kejebolan gawang sebanyak dua kali pada masa piala dunia 2010.

Musim 2013 – 2014, Piqué bermain sebanyak 39 kali, dan berhasil mencetak empat gol, alan tetapi, ia kemudian mengalami cedera pada pinggulnya yang membuat dirinya harus duduk di bangku cadangan selama sebulan dan tidak bisa ikut serta dalam final Copa del Rey melawan Real Madrid. Pada bulan Mei 2014, Piqué memperpanjang kontraknya dengan Barcelona hingga 2019.Dirinya sangat diandalkan oleh tim Barcelona dan dengan kehadirannya di posisi belakang, Piqué  berhasil membuat tim Barcelona tetap bertahan di posisi teratas di liga hingga saat ini. Piqué selalu menjadi peran utama dalam hal bertahan, tetapi tidak kalah dalam hal menyerang.

About m88innet

Situs www.m88in.net menyediakan tautan ke M88, Anda akan mendapatkan informasi mengenai promosi terbaru yang terbaik. semua informasi yang diberikan dilindungi oleh hak paten MANSION88.

Comments

  1. very good

Speak Your Mind

*